Pembukaan Monev dan Pendampingan Sekolah Pasca Diksuspala Se-Korda Semarang Raya

Salatiga, 28 April 2025 — Pembukaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Pendampingan Sekolah Pasca Diksuspala se-Korda Semarang Raya berlangsung penuh semangat pada Senin pagi, bertempat di SD Muhammadiyah Plus Salatiga. Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid, menggabungkan kehadiran langsung dan daring, dengan diikuti oleh seluruh Ketua Majelis Dikdasmen PNF se-Korda Semarang Raya serta kepala sekolah sasaran Monev dan pendampingan.

Hadir secara luring beberapa tokoh penting, antara lain Pimpinan Majelis Dikdasmen PNF Wilayah Jawa Tengah, Dr. Utomo, M.Pd dan Drs. Suwondo, MM. Turut memberikan dukungan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Salatiga Prof. Dr. KH. Sa’adi, M.Ag, Ketua Majelis Dikdasmen PNF Kota Salatiga Dr. Sugiman, B.Sc., M.Si, serta Ketua Majelis Dikdasmen PNF Kabupaten Semarang Drs. Hariyanto, M.Pd.

Dua narasumber dari Penjaminan Mutu PP Muhammadiyah, yaitu Ibu Sri Sayekti, M.Pd dan Ibu Marjiyanti, M.PdI, serta Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Pusat, Sutomo, M.Ag, turut hadir untuk memberikan pembekalan dan pendampingan langsung di lapangan.

Dalam laporannya, Ketua Majelis Dikdasmen PNF Kota Salatiga mewakili Korda Semarang Raya menyampaikan bahwa visitasi sekolah akan dilaksanakan pada tanggal 28 April 2025 sampai 2 Mei 2025 yang dimulai dari Kota Salatiga, kemudian berlanjut ke Kabupaten Semarang, Kendal, Kota Semarang, dan terakhir kembali di Kendal.

Sementara itu, Ketua PDM Kota Salatiga, Prof. Dr. Sa’adi, M.Ag, menyampaikan motivasi penuh semangat kepada para peserta. Beliau menekankan tahapan strategis dalam pengembangan sekolah Muhammadiyah: Defensif → Eksistensi → Ekspansi → Dominasi → Supremasi → Transendensi. Sekolah Muhammadiyah didorong untuk bergerak melampaui sekadar bertahan, menuju keberadaan yang eksis, ekspansi, dominasi, hingga menjadi pilar pendidikan yang transendental.

Dalam sambutannya, Dr. Utomo, M.Pd menegaskan pentingnya optimalisasi kesempatan Monev ini. Beliau mengingatkan bahwa saat ini bukan lagi waktunya berhenti di tataran teori, melainkan harus menunjukkan aksi nyata di lapangan, terutama terkait peningkatan capaian Tim Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dengan target kenaikan 200%.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan visitasi ke dua sekolah di Kota Salatiga, yaitu SMP Muhammadiyah Tahfidz Salatiga dan SMA Muhammadiyah Plus Salatiga. Setelah pendampingan di Salatiga, rombongan narasumber melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Semarang, tepatnya ke MI Muhammadiyah Morangan Kecamatan Suruh dan SMA Muhammadiyah Susukan.

Semangat perbaikan berkelanjutan dan akselerasi mutu pendidikan Muhammadiyah terasa kuat mewarnai seluruh rangkaian acara. Dengan sinergi dan kerja keras, sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Korda Semarang Raya optimis menatap masa depan pendidikan yang lebih gemilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *